Rabu, 01 September 2010

1 September

Ya Allah,
B'tmbh sdh usiaq hr ni,
G' da yg bz menghalanginy,
Aq smkn tua, sisa umurq b'krg 1 tahun,
Blum ada yg bz q bggain utk mereka smua saat ni y Allah,,
Semuany msh terasa smar, blum jelz,
Bhkan aq blum kenl siapa sbnrny aq,
Msa dpnq, kuliahq, cita2q..
Aq msh menerawangi smuany, aq meraba, b'jaln, truz b'jaln, smpai aq b'lari,
Aq blum smpai d'ti2k tu,
Ti2k yg q impkan, impian org tuaq, impian keluargaq, impian semuanya,
Trima ksh q pdaMu yg tak t'henti y Allah,
Bwt nikmat yg engkau beri,
Jagalah tetp kedua tumpuan hdp q,
Kuatkn slalu imam keluargaq,
Smbuhkn matahari kdupanq, aq rindu dy yg dlu,
Jgalah ke 3 abgq, kk2 iparq, adekq satu2ny, n mlaikat2 kcilq,
I love them so much,
Amin..
Mksi utk hr ni, mksi utk smua keluargaq, shbt, n teman2 mua,
Mg doa2ny d'kbulkan ma Allah,
Spesial mksi utk, ibu, bpk, ria, uni, siti, pita, n andro..
Mksi utk mua kejutnny,
Bwt mandi 4 x ny,
Bwt jd p'mbntunya,
Buat kueny jg,
Hehe..
Spesial mksi bwt all my bezt fren,
N shbt yg sngaja lp ma hr ini,
Hehe,

Jumat, 27 Agustus 2010

ulang tahun kuadrat

Selamt ulg thun Indonesiaku..
Slmt ulg thun my little brother,,
Bwt indonesiaku, usiamu qni dah 65 thn..
Usia kmerdekaanmu,
Walau sdh m'deka,
Pi seolah2 tu hanya simbolis saja..
Hanya merah putih yg tinggi b'kbr..
Hanya pduan suara yg menyanyikan lgu indonesia raya..
Faktanya,
Kemiskinan mkn merajalela,
Kelaparan apalgi..
Pengangguran membludak,
Kejahatan tak dapat d'htung kejadiannya setiap hri..
Kejahatan d'anggap kebaikan..
Sehgga tnpa mlu t'pampang setiap hr di layar TV..
Sekolah byk yg tdk t'urus,
Biaya sekolah bgtu mhl,
Yg d'atas mkn k'atas,
Yg d'bwah tmbh k'bwah..
Yg d'atas menginjak yg d'bwah..
Yg d'atas mgumbar janji, yg d'bwah hanya menikmati ingkaran janji..
Sungguh..
Sedih aq melhtnya..
Maafkan aq Indonesiaku,

Walau bgaimanapun kau tetap indonesiaku,
Aq bgga dgan mu,
jayalah slalu,
Jgn bggakan korupsimu..
Jgn bggakan omongmu..
Jgn bggakan utangmu,,,
Tp bggakanlah ilmumu, bggakanlah kebaikanmu,
Bggakanlh sikapmu,,
Hargailah p'juangn para pahlawanmu..
MERDEKA..
Buat my little brother..
Tetplah jd ank sholeh,
Gapailah impian, harapan, n cita citamu,
Buatlah ortu bgga, ortu senang, ortu bhgia, kk n abg2 qt..
Slmt menimba ilmu d'kampuz yg bru..
Chayo adeq qu..

met milad my dad

Met milad ayah..
Hr ni 17 julì 2010,
D'usiamu yg skrg,
Aq blum bz bhgian ayh,
Aq blum bz bwt ayh bgga ma q..
Aq blum bz m'beri yg t'baik u2 ayh,
Suatu saat nti aq akn melakukanny utkmu ayh q..
Tetp m'jdi ayh n pemimpin t'baik utk kmi..
Utk ma2k, abg2, aq, n adek,
AMIN Y ALLAH,

happy birthday rafi

Happy birthday rafi..
Kepona'anku t'syang..
Hari ni, 14 juli 2010..
Rf telh menginjak usia 1 thun..
Bru aja dy bz b'diri, giginya dah 8..
4 d'atas, 4 d'bwah..
Hmm, lucunya..
Ngocehnya dh byk..
Dah bz ngeluarin lidah, manggil ayam, manggil burung, ngasi mkn kelinci, maen ma kucing, nyuci2an, ngepel2an, b'doa, slm, dada..
Dah byk yg bz d'lakuin rf..
Pi, dy lum bz jalan n mkin hari mkin lasak ja n nta ta2h..
Mw panaz hari, pagi buta, d'tanah, d'rmpt..
Suka maen air, n megang2 yg nmanya brg2 elektronik..
Hehe..
Gemez awaq mo2ngnya..
G' terasa y,
Dy dah bz ngelakui tu semua..
Berat bdanny dah mpir 8 kg,
Pdhl, tepat 1 thn yg lalu,
D'stulah p'juangan berat t'jdi, t'kejut, menangis, gak nyangka, n muanya kini t'lewati,
Bert bdnnya tak smpai 2 kg,
D'letakkan d'inkubator,
Mati lampu,
Dy selalu mengis,
Hmm, g' tega lhtnya..
Selalu menangis n skit2an mpe usianya menginjak 9 bln,
Ia bru bz normal sprti bysa..
Hmm,,
Mksi y ALLAH, ALHAMDULILLAH..
smuanya dah t'lewati..
Semoga rafi jd nak yg sholeh, b'bakti ma orang tua, keluarga, sodara2, pintar, pokoknya bz memberi manfaat bagi org lain..
Amin y Allah..

Sabtu, 22 Mei 2010

Mengapa Kita Membaca Al Quran Meski Tidak Mengerti Satupun Artinya?


Seorang Muslim tua Amerika bertahan hidup di sebuah perkebunan di suatu pegunungan sebelah timur negara bagian Kentucky dengan cucu lelakinya yang masih muda. Setiap pagi Kakek bangun lebih awal dan membaca Al Qur’an di meja makan di dapurnya.

Cucu lelakinya ingin sekali menjadi seperti kakeknya dan mencoba untuk menirunya dalam cara apapun semampunya. Suatu hari sang cucu bertanya, “Kakek! Aku mencoba untuk membaca Qur’an seperti yang engkau lakukan tetapi aku tidak memahaminya, dan apa yang aku pahami aku lupakan secepat aku menutup buku. Apa sih kebaikan dari membaca Qur’an?

Dengan tenang sang Kakek meletakkan batubara di tungku pemanas sambil berkata, “Bawa keranjang batubara ini ke sungai dan bawa kemari lagi penuhi dengan air.”
Maka sang cucu melakukan seperti yang diperintahkan kakek, tetapi semua air habis menetes sebelum tiba di depan rumahnya.
Kakek tertawa dan berkata, “Lain kali kamu harus melakukannya lebih cepat lagi,” Maka ia menyuruh cucunya kembali ke sungai dengan keranjang tersebut untuk dicoba lagi. Sang cucu berlari lebih cepat, tetapi tetap, lagi-lagi keranjangnya kosong sebelum ia tiba di depan rumah.

Dengan terengah-engah, ia berkata kepada kakeknya bahwa mustahil membawa air dari sungai dengan keranjang yang sudah bolong, maka sang cucu mengambil ember sebagai gantinya. Sang kakek berkata, “Aku tidak mau satu ember air; aku hanya mau satu keranjang air.

“Ayolah, usahamu kurang cukup,” sang kakek pun pergi ke luar pintu untuk mengamati usaha cucu laki-lakinya itu. Cucunya yakin sekali bahwa hal itu mustahil, tetapi ia tetap ingin menunjukkan kepada kakeknya, biar sekalipun ia berlari secepat-cepatnya, air tetap akan bocor keluar sebelum ia sampai ke rumah.

Sekali lagi sang cucu mengambil air ke dalam sungai dan berlari sekuat tenaga menghampiri kakek, tetapi ketika ia sampai di depan kakek keranjang sudah kosong lagi. Sambil terengah-engah ia berkata, “Lihat Kek, percuma!”
“Jadi kamu pikir percuma?”
Kakek berkata, “Lihatlah keranjangnya.”

Sang cucu menurut, melihat ke dalam keranjangnya dan untuk pertama kalinya menyadari bahwa keranjang itu sekarang berbeda. Keranjang itu telah berubah dari keranjang batubara yang tua kotor dan kini bersih, luar dalam.
“Cucuku, hal itulah yang terjadi ketika kamu membaca Al Qur’an. Kamu tidak bisa memahami atau ingat segalanya, tetapi ketika kamu membaca nya lagi, kamu akan berubah, di dalam dan di luar dirimu.”

Mengapa Kita Membaca Al Quran Meski Tidak Mengerti Satupun Artinya?


Seorang Muslim tua Amerika bertahan hidup di sebuah perkebunan di suatu pegunungan sebelah timur negara bagian Kentucky dengan cucu lelakinya yang masih muda. Setiap pagi Kakek bangun lebih awal dan membaca Al Qur’an di meja makan di dapurnya.

Cucu lelakinya ingin sekali menjadi seperti kakeknya dan mencoba untuk menirunya dalam cara apapun semampunya. Suatu hari sang cucu bertanya, “Kakek! Aku mencoba untuk membaca Qur’an seperti yang engkau lakukan tetapi aku tidak memahaminya, dan apa yang aku pahami aku lupakan secepat aku menutup buku. Apa sih kebaikan dari membaca Qur’an?

Dengan tenang sang Kakek meletakkan batubara di tungku pemanas sambil berkata, “Bawa keranjang batubara ini ke sungai dan bawa kemari lagi penuhi dengan air.”
Maka sang cucu melakukan seperti yang diperintahkan kakek, tetapi semua air habis menetes sebelum tiba di depan rumahnya.
Kakek tertawa dan berkata, “Lain kali kamu harus melakukannya lebih cepat lagi,” Maka ia menyuruh cucunya kembali ke sungai dengan keranjang tersebut untuk dicoba lagi. Sang cucu berlari lebih cepat, tetapi tetap, lagi-lagi keranjangnya kosong sebelum ia tiba di depan rumah.

Dengan terengah-engah, ia berkata kepada kakeknya bahwa mustahil membawa air dari sungai dengan keranjang yang sudah bolong, maka sang cucu mengambil ember sebagai gantinya. Sang kakek berkata, “Aku tidak mau satu ember air; aku hanya mau satu keranjang air.

“Ayolah, usahamu kurang cukup,” sang kakek pun pergi ke luar pintu untuk mengamati usaha cucu laki-lakinya itu. Cucunya yakin sekali bahwa hal itu mustahil, tetapi ia tetap ingin menunjukkan kepada kakeknya, biar sekalipun ia berlari secepat-cepatnya, air tetap akan bocor keluar sebelum ia sampai ke rumah.

Sekali lagi sang cucu mengambil air ke dalam sungai dan berlari sekuat tenaga menghampiri kakek, tetapi ketika ia sampai di depan kakek keranjang sudah kosong lagi. Sambil terengah-engah ia berkata, “Lihat Kek, percuma!”
“Jadi kamu pikir percuma?”
Kakek berkata, “Lihatlah keranjangnya.”

Sang cucu menurut, melihat ke dalam keranjangnya dan untuk pertama kalinya menyadari bahwa keranjang itu sekarang berbeda. Keranjang itu telah berubah dari keranjang batubara yang tua kotor dan kini bersih, luar dalam.
“Cucuku, hal itulah yang terjadi ketika kamu membaca Al Qur’an. Kamu tidak bisa memahami atau ingat segalanya, tetapi ketika kamu membaca nya lagi, kamu akan berubah, di dalam dan di luar dirimu.”

Rabu, 19 Mei 2010

Doaku. .

Y ALLAH,
aq g' tahu apakah aku berlebihan, atau aku bukan orang yang sabar,
di saat ibuku sakit seperti ini, aku seperti kehilangan nyawa, aku gak bisa berbuat apa2..
Badanku mudah kecapean, kelelahan..
Aku seperti tak kuasa untuk hidup lagi..
Nilai ujianku rendah, pretesku rendah, laporan apa lagi,
padahal semester 6 ni, adalah perjuangan berat,
semua mata kuliahnya aku gak ngerti,
susah y ALLAH,,
aku semakin mengecewakan mereka,
ntah.,,
Aku serasa ingin tiap hari pulang,
disini, aku cuma bisa berkhayal,
apa yang terjadi di rumah,
siapa yg masak buat ayahku, abangku,
siapa yang nyetrika baju mereka,
sekarang, ayah malah sakit, abang, rafi..mereka semua sakit,
ka2k ndiri yang bertahan,
walau terkadang sering kulihat dia juga menangis,,
Mereka semakin tak bisa tertawa,
tak ada lagi keceriaan seperti dulu,
aku slalu berkhayal, setiap hari, tak ada yang membangunkanku,
tak ada lagi yang peduli, tak ada lagi yang mau tahu,

y bodoh..
Aku sangat bodoh..
Manusia yang gak punya siapa2 aja teruz bertahan demi hidupnya,
demi cita-citanya,
memang aku bodoh,
aku malah tak bersyukur ama yang ku miliki,
ahhh..uhhh,
aku seperti sudah gila saja..
Ya ALLAH..
Bantu aku untuk sabar dan ikhlas..
Dan teruz berdoa untuk kesembuhan mereka. .